Home
  About Kick Ass Choppers
 
  News
     
  Projects
     
  Gallery
  GuestBook
  Links
   
  Contact Us
     
 
Catatan Si Bor

Posted by Ade Putri / Veroland on 2008-02-06


Sudah selama kurang lebih 2 tahun, saya selalu mendengar Veroland menyapa teman-temannya dengan sapaan, “Bor”. Awalnya, tentu saja saya tidak mengerti. Ahem, apakah “Bor” ini sapaan khusus teman-teman dekat Vero dan KickAss Choppers saja? Bagaimana awalnya sampai “Bor” menjadi sapaan yang selalu digunakan oleh Vero?

Veroland menjawab beberapa pertanyaan yang saya ajukan melalui e-mail. Menjadi sebuah cerita yang jadi lumayan panjang, memang. Tapi tetap casual, kok. Santey, bor. Hehe… I do hope that you’ll like it. Happy reading!

Ade Putri
-------------------------------------------------------------

AWALNYA GIMANA?
Ketika… Suatu hari di Mampang Prapatan No. 3 lantai 2 (workshop KickAss Choppers), Sam dapat SMS dari temen yang sebenernya (hubungannya) nggak terlalu deket. Raut muka dia (Sam) agak bingung ngebaca layar HP-nya. Isi pesannya, “Lagi di mana, bor?”
Sam : “Lho, kok bor sih?”
Vero : “Kenapa, Sam?”
Sam : “Ini orang apa maksudnya sih? Mau nyari bor?”
Vero : “Maksudnya ‘bro’ kali?”
Sam : “Iya kali.”
Vero : “Atau maksudnya bos tapi kebanyakan mencet?”
Sam : “Hehehe…”
Vero : “Udah makan, bor?”
Sam : “Belum, bor.”
Vero : “Ke warung sunda yuk, bor.”
Sam : “Ayo, bor! Hehehe…”


AWALNYA, SIAPA AJA YANG MEMAKAI ISTILAH INI?
Sore harinya, kami ke Paun (Patiunus), dan kami berdua sudah memakai kata “bor” terus. Tadinya cuma supaya beda aja, karena gue pribadi sebenernya sudah agak bosan kalau ketemu orang-orang yang padahal kenalnya biasa-biasa aja, atau bahkan baru kenal, langsung manggil “bra, bro, bra, bro”... Padahal attitude orang itu nyebelin atau malu-maluin (ugal-ugalan dan arogan di jalan dengan motor harrllldeeeifidsn-nya :þ).
Sebenernya gue merasa malu kalau dianggap punya hubungan saudara dengan orang-orang yang kayak gitu. Mamaku akan sedih kalau melahirkan orang yang nggak asik gitu… (Yaaay! :þ Hahaha!) Bayangin aja, gimana canggungnya ketemu orang yang gue nggak kenal, tapi karena dia tau gue anak motor juga, dia langsung menyapa dengan sok akrab, “Apa kabar, bro? Motor mana?” Hehehe… Malah, tadinya, sebelum kami memakai kata “bor” ini, kami sempat juga kepikiran mau bikin T-shirt yang tulisannya “Don’t call me bro!”. Makanya, gue dan Sam selalu saling panggil nama, nggak pernah pakai kata “bro”. Padahal kami berdua sudah benar-benar seperti saudara kandung. Jadi, intinya… Buat apa mengumbar kata-kata yang mengesankan bahwa kita itu bersaudara, tapi sementara kita nggak mau berbuat sesuatu untuk orang itu? Mendingan kita belain temen baik kita itu, tanpa harus memakai kata “bro” segala, kan?
Gue juga senang aja, karena ahirnya gue punya cara lain untuk manggil Sam. Gue juga kemudian mulai manggil Deckster, Andre, dll. dengan panggilan “bor”. Suatu hari gue lagi jalan sendirian di Legian, Kuta, Bali. Di antara mobil-mobil yang lagi berjalan tersendat karena macet, ada suara teriakan, “BOR!” Gue langsung yakin banget, itu pasti temen gue! Pasti itu orang di lingkungan gue juga, yang kebetulan juga lagi (ada) di Bali. Dan ternyata betul, yang manggil itu si Andre. Gue jadi mikir, seru juga ya semenjak ada kata “bor” ini. Jadi kalau orang manggil “bro”, gue nggak usah maksain nengok kalau lagi males basa basi. Hehehe… Nggak lama kemudian, mulailah teman-teman di community KickAss seperti Tonny, Erik, Dewo, Okta, Tommy, Rahmat, Nico, Irvan, Ocep, dll. memanggil dengan kata “bor”. Anak-anak motor lainnya (yang benar-benar senang motor, dan yang punya motor bukan untuk status sosial atau supaya dianggap laki-laki sejateh) mulai banyak bertanya juga tentang istilah “bor” ini. Setelah gue jelasin, mereka pun mulai memanggil gue dengan sebutan “bor”.
Teman-teman baik gue yang lain di Bali seperti Jerink, Ayet, Eka, Bobby,Sadiq, Kadek, Made, dll. juga gue panggil dengan sebutan ini. Bahkan, kalau gue ke Twice Bar, Gofar dll. pun memanggil gue “bor”! Pernah juga gue ke Suicide Glam di Renon, dan beberapa di antaranya memanggil gue “bor”. Lontod pun sampai minta izin gue untuk ikutan memakai kata “bor”. Hehe… Kenapa juga musti pakai bilang, “Boleh ikutan nggaaaaak?”



SEKARANG, SIAPA AJA YANG SUDAH MENGENAL KATA “BOR”?
Hampir semua orang di lingkungan gue saling menyapa dengan kata “bor”. Mulai dari teman-teman wartawan, bahkan sampai teman-teman lain yang jarang ketemu dengan gue pun manggil gue “bor”. Malah ada yang menjuluki gue nama “El DiaBor”.
Kalau gue lihat di MySpace page-nya teman-teman gue, misalnya MySpace-nya Jerink, ada beberapa comments dari orang yang nggak gue kenal, menyapa dia (Jerink) dengan panggilan “bor” juga. Yaaa… Kampanye KickAss berjalan lancar. Ha! Hari gini susah banget yang namanya bergaul, susah banget tau mana yang benar-benar kawan dan mana yang lawan. Kalau kita lagi susah belum tentu dibantu, tapi kalo kita lagi sukses malah disirikin. Tapi kok berani-beraninya dia manggil gue dengan sebutan “bro”? Saudara? Kalau saudara nggak begitu. Saudara mustinya senang melihat saudaranya senang kan?
Dengan gue manggil teman gue “bor”, gue mencoba untuk memberi arti yang lebih dari sekedar menyapa teman. Siapa pun bisa manggil kita “bro”, tapi apa dia teman ‘beneran’?
Dengan gue manggil teman gue “bor”, ada sedikit harapan bahwa kalau gue baik sama orang, maka mudah-mudahan orang itu juga akan baik sama gue.

BAGAIMANA RASANYA SEKARANG MENGETAHUI ORANG-ORANG SUDAH BANYAK MENGGUNAKAN KATA “BOR”, WHICH ‘INVENTED’ BY KICKASS CHOPPERS?
Semoga dengan niat baik, nantinya orang nggak menyalahgunakan kata “bor” seperti halnya segelintir orang yang sudah menyalahgunakan kata “bro” selama ini… Pengennya sih sebutan “bor” ini digunakan dengan respect ke orang yang kita panggil “bor” itu. Santey, bor!





back to index news