Home
  About Kick Ass Choppers
 
  News
     
  Projects
     
  Gallery
  GuestBook
  Links
   
  Contact Us
     
 
Behind The Name Of Those Kool Rides (part 1)

Posted by Ade Putri on 2007-10-27


Kalau kamu memperhatikan dengan seksama, semua karya KickAss Choppers – baik mobil maupun motor - memiliki nama. Nama-nama tersebut, rupanya memang sengaja diberikan oleh Vero kepada setiap kreasinya. “Kalau kita sudah memodifikasi sesuatu, kita dandanin, kita urusin, rasanya jadi seperti ada ‘hubungan batin’ kan? Kalau kita nggak perhatiin juga mobil atau motor itu bisa ngambek. Ya mogok jadinya,” ujar Vero. “Lagipula, mobil dan motor yang sudah dimodifikasi itu kan jadi punya karakter. Makanya harus punya nama,” tambahnya.

Urusan penamaan karya ini ternyata bukan sesuatu yang baru bagi Vero. Ia pernah memberi nama Oyot pada mobil Jeep Toyota miliknya saat ia masih duduk di bangku SMP. Sebelumnya, untuk pertama kalinya, ketika masih berusia 15 tahun, sebuah mobil Toyota Crown station ’70 juga dinamainya Mejit. Konon, katanya karena bentuk mobil tersebut seperti mobil pengangkut jenazah. Mayat, diplesetkannya menjadi Mejit.


Vero ternyata juga seorang yang sangat humoris. Banyak di antara nama-nama pemberiannya ini adalah plesetan dari sesuatu. Misalnya saja Truckenstein. Mobil truck Ford F1 yang telah sukses dipotong-potong olehnya dan kemudian juga dicangkokkan ‘organ-organ’ dari mobil lain ini, dianggapnya bagaikan Frankenstein. (What? You don’t know who Frankenstein is? Omigod. Please! Search it in Google!!) Karena wujudnya adalah sebuah truck, maka namanya pun menjadi Truckenstein. Lain lagi dengan truck GMC Sierra SLX miliknya yang dinamainya Truckulla. Kalau yang satu ini, “Karena ini adalah truck yang penampilannya necis, elegan, mewah, sekaligus menghanyutkan. Seperti drakula,” jelas Vero. Pontiac GTO ‘69 miliknya, diberi nama Goatzilla. Yap, true. Taken from the word godzilla. Lantas, kenapa goat? Ternyata, di Amerika, goat adalah sebutan slang untuk GTO. “Nah, yang ini goat yang udah dimutanisasi oleh KickAss. Jadilah Goatzilla, plesetannya godzilla. Hahaha…” jelasnya lagi.



Coba kamu cek Gallery foto, dan lihat di bagian Custom Bikes. Cari motor yang dinamainya Pan Tastico, juga Flattie Page. Sudah cukup mengerti kenapa mereka dinamakan demikian? Hahaha… Yep. Pan Tastico stands for the pan head machine. Pan head, dan fantastic. Sementara Flattie Page adalah gabungan kata dari flat head machine dan Bettie Page. (D’oh, you don’t dig Bettie Page either?! You’re kidding’ me!)



Simak pula sebuah motor sportster yang diberi julukan Jawara. Nama ini dipilih karena sang pemilik, Rahmat Ankem, yang seorang Betawi tulen. Selain itu, motor ini seringkali dibawa oleh Rahmat ke banyak acara. “Jadinya dia (Jawara) udah kayak jagoan, Jawara-nya KickAss,” kata Vero. Motor ini akhirnya mengalami proses de-raked, dari 60 derajat menjadi 45 derajat. Selama 6 tahun, rupanya Jawara sudah cukup membuktikan bahwa walaupun bentuknya ekstrim, tapi ia tetap enak dan nyaman dipakai, stabil dan juga kuat. Ini membuktikan juga bahwa modifikasi KickAss Choppers itu aman dan tidak sembarangan. Lucunya, setelah proses de-raked tersebut, Jawara pun berganti nama. Karena bentuk rake yang berubah dari ‘monyong’ ke ‘pesek’, akhirnya dipilihlah nama Yati. Ini nggak lepas juga dari hasil banyolan-khas-Betawi Rahmat tentang nama seorang pelawak lokal, Yati Pesek. (Nah, nah, nah… You’re not ol’ skool enough if you don’t know who Yati Pesek is. ‘Nuff said.)



(to be continued…)



Photo: Zulhafid Jusuf / Ade Putri / Documents of KAC




back to index news