Home
  About Kick Ass Choppers
 
  News
     
  Projects
     
  Gallery
  GuestBook
  Links
   
  Contact Us
     
 
Truckenstein

Posted by Admin on 2007-09-12


Inilah perpaduan cerdas antara Frankenstein (manusia yang organ tubuhnya diambil dari berbagai organ makluk hidup lain) dengan Ford F1 ol' skool.

Inilah kali pertama kami meliput modifikasi bergaya real rat rod. Yeah, mobil yang benar-benar berbasic American style. Jujur saja, kalau saja kontes-kontes modifikasi terdapat beberapa mobil aliran hot rod, street rod, ataupun rat rod, pastinya event akan meriah. Dan tidak akan monoton. Bosan lah melihat Japanese dan European terus yang unjuk gigi.

Rata-rata yang ikutan kontes adalah modifikator bolt-on. Kalaupun ada yang menganut customize, hanyalah sekedar adu nekatpotong bodi tapi hasilnya konsep jadi tak terarah. But (sorry bro) itulah ciri khas mayoritas modifikator Indonesia. Entah sampai kapan akan seperti ini. Bisa lebih seru kan bila mobil extreme diadu dengan konsep street rod. Believe me, someday kita bisa melihat itu.

Sekarang, mari kita bahas salah satu pionir hot rod builder. Berbahan mobil pick up keluaran 1948 dari pabrikan Ford, Veroland membangun rat rod scrapper yang kini menjelma bagaikan Truckenstein. Membangun scrapper tidaklah mudah di kendaraan pick-up. Karena sasis wajib diganti dengan kepunyaan sedan. "Kalau di Amerika banyak yang jual sasis aftermarket. Ada juga yang memakai langsung sasis sedan," bilang Vero modifikator KickAss Chopper.

Sasisnya diambil dari monil De Soto keluaran 1940. Why must De Soto? "Karena bentuk pegangan hampir sama jadi tidak sulit menggabungkan sasis dan bodi," ujar Vero menjelaskan. Atap mobil Ford F1 dianggap terlalu tinggi oleh Vero, sehingga harus dipotong sebanyak 7 inci. "Potongnya cuma satu hari. Tapi proses nyambungnya dan membuat simetrisnya sampai 1 bulan," jelas builder yang baru-baru ini mendapatkan trophy 'Best Bike' pada acara di salah satu TV swasta lokal.

Finishing dilaburi dengan warna hitam dof dari Spies Hecker. Sedang interior dibuat dengan gaya monochromatic. Warna merah dipilih karena sangat kontras dengan warna hitam yang melapisi seluruh bodi Ford F1.

Kemudian pilihan velg dari Moon Eyes berdiameter 15 inci dengan lebar depan 6 inci dan belakang 7 inci. Pastinya dengan cincin raksasa tersebut, tongkrongannya terlihat begitu serasi sekali untuk menegaskan kesan ol' skool. Terlebih ketika dipadukan dengan ban Coker wide white wall.

Sektor mesin tidak menggunakan mesin asli Ford F1, melainkan menggunakan bawaan Jeep CJ-7 lengkap dengan gear-boxnya. Tentu saja tidak langsung ngeplak. Antisipasinya dengan engine mounting yang harus dibuat ulang. Karburator four barrel Holley 650cfm dipasangkan dengan saringan udara stainless dari Blue Thunder. Bagian pengapian pun turut diupgrade dengan menggunakan koil dari Crane Cams PS-91 dan menggunakan komputer pengapian dari MSD tipe 6AL.

Vero lebih memilih mengendarai dalam keadaan ceper habis seperti ini dibanding menggunakan air suspension. Wah apa nggak repot tuh. Kan sasis sama dek bawah akan cepat ambrol. "Gua suka aja denger suara krakkkk waktu bagian bawah mobil gua gesek ke aspal," kata pria yang kerap meluangkan waktu terbang ke Bali untuk nongkrong di base camp Suicide Glamour, Popies Lane, Kuta Bali.

SPECIFICATIONS

Owner
Veroland
Type of Car
Ford F1 1948
Engine
Jeep CJ-7 1980, Jeep CJ-7 gearbox, Holley four barrel 650cfm carburetor, MSD 6AL computer ignition, Crane Cams PS91 ignition coil, Blue Thunder spark plug cable, Blue Thunder air filter, twin straight pipe custom exhaust, Jeep Cherokee rear axels
Bodywork
De Soto sedan 1940 frame, Ford F1 1948 body, 7 inches chop top, Chevy 210 1953 modified grill, Dead Eye Fish head light, Vintage tail lights, Spies Hecker dull black, custom made wind shield, custom made windows, custom made rear glass.
Interior
Custom made seats, custom made door panel, Ford F1 dashboard, Moon Eyes shift knob, Moon Eyes steering wheel
Rolling Stock
Moon Eyes 15"x6", Coker wide white walls R15, Moon Eyes hub caps
Suspension
Koni shock absorber, De Soto swing arm, custom made lowering spring
Thanks to
All crew at KickAss Chopper Jakarta, Flying Piston Garage Bandung

This article has been published in Indonesian Tuner magazine



back to index news