Home
  About Kick Ass Choppers
 
  News
     
  Projects
     
  Gallery
  GuestBook
  Links
   
  Contact Us
     
 
Wide Ass Softail 360

Posted by Administrator on 2007-05-14


As usual, Vero selalu menciptakan motor yang sangat radikal dan berdesain ekstrim. Namun untuk karyanya kali ini, menurut kami ada beberapa hal yang unusual. So what is that? Yup, coba Anda simak motor berkelir silver yang dipenuhi laburan glitter ini. Apanya yang unusual? Kalau Anda perhatikan, motor yang kemarin merebut urutan ke-tiga dan kemenangan mutlak saat pemilihan langsung di ajang Indonesian Big Bike Competition ini memiliki beberapa sisi yang aneh.[br][br]Pertama, jelas rancangan sasis yang serba terekspos dan pemakaian ban belakangnya yang ultra lebar.

Apa Anda pernah melihat sepeda motor dengan ban berukuran lebar 360 mm yang membalut velg 18 inci berlebar 15 inci? Di dunia saja masih jarang, apalagi di sini. Ini memang baru satu-satunya di Indonesia. Itupun bukan tanpa syarat untuk mendapatkannya. Harus builder yang dikenal produsennya saja yang bakal diberikan.[br][br]Ban keluaran V-Rubber yang hanya dicetak 100 unit ini memang hanya diproduksi dalam jumlah sedikit, dan produsennya sendiri memang mengkhususkan ban ini untuk show bike dan juga hanya builder yang dapat restu mereka saja yang diberikan kepercayaan. Menurut Veroland sang builder, "Di dunia, ban sepeda motor paling lebar ya baru V-Rubber 360 ini."[br][br]Lalu bagaimana pengaplikasiannya? Na, pemakaian ban belakang ini memang hal yang menciptakan kepusingan tersendiri.
Maka, harus orang-orang yang punya perhitungan teliti yang bisa melakukan ini. Utamanya pembagian porsi bobot yang biasanya menjadi kendala bagi sebagian besar builder. Tak mau motornya terlalu berat ke kiri lantaran keharusan memakai off set tebal untuk primary, Vero mengakali bagian penerus tenaga itu agar tetap pada angka off set 0. Nah, untuk urusan primary, ia memilih open belt Primo. Namun penghubung transmisi dan ban belakangnya bagaimana? Nah, untuk sektor ini Vero mau tak mau harus memakai rantai agar tak memakan ruang. Tapi di antara itu ada yang unik. Ya... Cakram belakang mau tak mau diakali berposisi di belakang primary, alias dijepit pada transmisi atau bahasa kerennya direct brake. Siasat itu semua menghasilkan sebuah balance yang sempurna. "Mana ada motor pakai ban lebar yang bisa jalan sambil lepas tangan," ujar Vero. [br][br]Bukan hanya bannya saja yang lebar. Mesin Shovel head yang lawas juga lebih dipercaya agar kesan klasik mencuat dari motor ini. Apalagi pemakaian air suspension yang tak lazim.
Hmmm... Bila biasanya orang lain memakainya hanya pada suspensi belakang, Vero tak tanggung-tanggung mengaplikasikannya di bagian front-end. Hasilnya, setiap motor ini ingin berjalan atau parkir menjadi tontonan tersendiri. Sebab Dewo sang pemilik harus meninggikan suspensinya untuk berjalan, dan ia pun harus mengamblaskan tubuh motornya ke aspal bila ingin parkir. Karenanya stander (cagak) sepertinya menjadi mubazir, sebab gaya parkir rata tanah itu membuat Vero harus mendesain empat tonjolan besi dari sasis untuk dijadikan tatakan. [br][br]Tak hanya seru sampai di situ saja, desain knalpot berwarna merahnya juga cukup catchy. "Lobangnya gue bikin lurus mengarah ke bawah, dijamin debu-debu langsung ngebul... kalau mesinnya dinyalakan," ujar juragan Kick-Ass Choppers ini. Ahh.. gila lo Ver.[br][br]So, bukan hanya prestasi di kompetisi saja yang membuat Dewo sang pemilik yangbadan langsingnya dibalut tato serta body piercing ini bangga. Namun ia juga cukup puas motor yang akhirnya diberi nama Anfibio itu. Oh ya. Nama Anfibio sendiri diambil dari bahasa latin yang berarti mahluk yang hidup di dua alam (amphibi). Maknanya, motor ini harus tetap dianggap hebat dan dahsyat sebagai motor custom, namun tetap nyaman diajak turing.

Teks: Rully Adam M.
Foto: Zulhafid Jusuf
This article has been published in AscoMaxx (issue #16, August 20-September 19, 2006).



back to index news